Menyibak Peran Website dan Marketplace dalam Bisnis

Berawal dari keinginan membeli sebuah pompa air. Saya berselancar ke dua situs marketplace populer. Bukalapak dan shopee.

Sebelumnya. Saya banyak bertanya dan membaca review online bagaimana mencari pompa air yang pas untuk mengairi tegalan.

Menurut mereka yang pengalaman. Pompa air rumahan bertipe 128 Bit kurang kuat dipakai ke tegalan saya. Begitupun review yang saya baca. Harus pakai tipe yang lebih besar.

Maklum. Lokasi tegalan yang saya maksud berada cukup jauh dari sungai. Medan pun menanjak.

Doc. pribadi

Alhasil saya harus benar-benar matang memilih pompa air untuk itu. Pilihanpun jatuh pada jet pump. Minimal bertipe 250 Bit.

Mulailah tipe pompa air itu saya cari. Di Google muncul pilihan. Dua marketplace online saya pakai. 

Saya berjumpa dengan toko bernama surya guna. Toko yang menawarkan mesin jet pump obohan (modifikasi) untuk irigasi.

Menyingkat diksi. Admin surya guna ramah dan informatif. Mereka tidak menyarankan saya untuk membeli. Produk jet pump-nya belum pernah diuji cobakan ke medan yang menanjak.

Jet pump mereka sangat cocok di medan sawah yang datar dan efektif untuk mengisi kolam ikan.

Salut. Karena produsen mengutamakan kepuasan konsumennya. Tidak serta merta asal laku.

Di Balik Itu

Dari kisah di atas. Yang menarik adalah owner toko surya guna menjalankan bisnisnya dengan cerdas. Menurut saya.

Mengapa cerdas.? Owner surya guna menjual barangnya tidak hanya di web marketplace. Melainkan juga melalui website sendiri - www.suryaguna.com.

Inilah alasan yang membuat saya mengacungkan dua jempol. Surya guna memanfaatkan dua sumber daya digital secara optimal.

Dengan cara itu. Surya guna tidak repot mencari pasar. Dihandle oleh marketplace. Telah banyak diketahui user marketplace berjibun jumlahnya.

Dengan cara itu. Surya guna telah mengecilkan modal usahanya. Dihandle oleh marketplace. Dia tidak perlu sewa lahan.

Dengan cara itu. Surya guna membangun branding usahanya. Dibuktikan dengan website bisnisnya sendiri – suryaguna.com.

Dengan cara itu. Surya guna akan nampak menawarkan barang yang eksklusif. Dikarenakan eksklusifitas barang dagang akan lahir dari brand website nya. Membangun trust dengan media sendiri.

Dengan cara itu pula. Surya guna meraup profit ganda. Dari website dan marketplace. Akumulasi konsumennya datang secara continue. Silahkan anda cek website suryaguna.com dan simpanlah nomor Whatsapp-nya. Adminnya sering membuat story pesanan pelanggan mereka.

Jadi. Apakah sebenarnya website dan marketplace itu. Bagaimana bisa dikatakan mudah mencari pasar. Bagaimana dikatakan mampu membangun branding.

Mari dilanjut.

Mengenal Website dan Marketplace

Kedua istilah itu – website dan marketplace – pada dasarnya adalah satu kesatuan. Maksud saya, marketplace itu lahir dari sebuah website.

Kemudian, di mana letak beda keduanya?

1. Website
Website adalah tempat sentral di mana halaman, foto, dokumen disimpan. Di dalam website/web terdapat yang namanya home page (halaman utama) yang mana seluruh halaman itu saling terhubung.

Satu buah web bisa anda buat dan miliki sendiri. Anda lah bosnya. Pengoperasiannya pula sepenuhnya di tangan anda.

Membangun sebuah website memerlukan dua hal:
  1. Domain 
  2. Hosting

Dua hal di atas adalah syarat utama membuat website. Domain berfungsi sebagai alamat web. Sedangkan hosting berfungsi sebagai tempat menyimpan data tentang web itu.

Maka jelaslah definisi mengenai website sebelumnya. Bahwa website ialah tempat sentral di mana halaman, foto, dokumen disimpan, yang terintegrasi dalam home page.

Anda tentu pernah melihat dan mengetik istilah ‘www.YangAndaCari.com’ saat melakukan pencarian informasi di browser internet (Crome, Opera, Firefox dll). Istilah ‘www’ yang anda ketik dan lihat itu dikenal sebagai alamat web (domain).

Kemudian saat anda telah masuk ke domain itu - anda simak isinya . Saat itu juga file yang disimpan dalam hosting web dinikmati oleh pengguna – anda.

Contoh domain: www.rumahweb.com, atau www.tolongtangtugas.web.id,  atau mungkin juga seperti www.suryaguna.com. 

Semua alamat website tadi menjadi identitas masing-masing pemiliknya. Sesuai dengan konten atau isi yang dimuat di dalamnya.

2. Marketplace
Dari pemaknaan website sebelumnya, kita sudah tahu bahwa website mengandung konten. Dari website-website yang berkonten inilah pengkategorian website paling populer lahir.

Ada website pribadi, website marketplace (E-commerce), website hiburan, website media, hingga website perusahaan.

Web marketplace sendiri mewadahi atau memfasilitasi proses jual beli dari berbagai toko atau merchant pada pembeli. Umumnya merchant menawarkan barang-barang jualan mereka di sini.

Seperti cerita saya di atas. Contoh Marketplace ialah Bukalapak.com. Yang mengusung background ‘identitas diri’ merah itu. Yang aplikasi marketplacenya mungkin anda simpan di gadget saat ini.

Menyingkat diksi. Merchant-merchant dalam web E-commerce bukanlah bos seutuhnya. Karena mereka bukanlah pemilik website marketplace itu.

Akan tetapi bila merchant – atau anda – pemilik dari website E-commerce itu. Anda lah bos man-nya. Kontrol penuh ditangan anda. Anda pula yang menentukan aturan mainnya.

Dari ulasan mengenai website dan marketplace di atas tergambar sudah beda kedua istilah itu. Selanjutnya, mari kenal lebih dalam perihal berjualan di sana.

Keuntungan Jualan di Website

- Memperkuat branding bisnis
Branding itu kepercayaan. Kepercayan itu mulia nilainya.

Maksudnya adalah keberadaan web suatu bisnis memicu loyalitas. Trust konsumen pada produsennya. Lihatlah pebisnis besar di Jakarta sana. Hampir bisa dipastikan mereka memiliki websitenya masing-masing.

Mengapa demikian. Tujuannya tidak lain adalah membangun kepercayaan konsumen mereka.

- Menawarkan produk yang nampak branded
Jika branding sudah didapat. Maka secara otomatis barang atau jasa yang ditawarkan nampak istimewa.

Buktinya. Saat orang-orang mencari ‘beli tiket pesawat online’, mereka akan tertuju pada website tiket.com, traveloka.com dan kawan-kawannya. Itu karena branding perusahaan mereka melalui websitenya sudah mempunyai nilai di mata konsumennya. Yang kemudian melahirkan barang-barang yang terlihat istimewa bersamaan dengan branding itu.

- Menjangkau pasar yang lebih luas
Website memungkinkan satu informasi tersebar luas. Begitupun dengan usaha atau bisnis.

Dengan website usaha anda akan lebih mudah dikenal masyarakat. Walaupun lokasi usaha jauh dengan konsumen. Tetap bisa diakses. Selain itu, website mampu memangkas biaya promosi. Semisal baliho, billboard, brosur dan semacamnya.

Anda tidak lagi perlu keluar biaya promosi besar dengan website bisnis yang anda bangun. Karena web anda bisa diakses di mana saja dan kapan saja.

- Menyingkat transaksi jual beli
Menyingkat transaksi di sini ialah proses terima uang dari komsumen ke produsen terjadi secara langsung. Tanpa pihak ketiga.

Bila anda pernah menjual barang di marketplace. Uang yang ditranfer konsumen itu tidak langsung dikirim ke anda. Melainkan masuk ke rekening marketplcae terlebih dulu. Selanjutnya setelah barang yang dibeli sampai ke tangan konsumen. Maka uang dari pembeli tersebut akan dikirim ke anda oleh marketplace.

Hal ini tidak akan terjadi jika proses transaksi itu berlangsung di website jual beli milik anda. Karena uang konsumen anda langsung cair ke rekening anda.

Keuntungan Jualan di Marketplace

-  Memiliki pasar
Persis seperti yang saya utarakan sebelumnya. Marketplace telah mempunyai pasar. User E-commerce jumlahnya besar. Aplikasi E-commerce nya mungkin anda, teman anda bahkan jutaan masyarakat Indonesia miliki sekarang.

Artinya. Tidak heran disebutkan bahwa konsumen E-commerce itu bejibun.

Itu berarti pula bisnis anda konsumennya sudah tersedia.

- Minim modal
Dengan berdagang melalui marketplace anda tidak perlu untuk sewa lahan usaha. Cukup membuat akun toko online anda di sana dan posting barang maupun jasa untuk menjaring konsumen.

Selain lahan. Penjual tidak perlu membangun bangunan fisik. Biaya gedung itu bisa diminimalisir atau bahkan ditiadakan untuk kemudian dialokasikan ke biaya produksi barang dan pelayanan yang lebih optimal.

Itulah dua profit utama berjualan di marketplace. Layak dicoba. Tidak hanya anda. Saya pun demikian.



Go online

Dari rangkaian narasi di atas tidak ada alasan lagi. Baik saya maupun anda. Sinergi website dan marketplace apik dilakukan. Seperti langkah suryaguna.com.

Karena itulah. Kedepan saya berencana membangun website yang bersinergi dengan marketplace untuk hasil bumi saya. Menjadi petani yang go online. Tentu bekerjasama dengan petani lain. Agar supply produk di web nanti bervariasi.

Caranya dengan membeli sebuah domain dan hosting di penyedia hosting Indonesia – rumahweb.com. Serta membuat akun merchat di marketplace yang ada. Dan go online.



Mengapa rumahweb?

Rumahweb telah berpengalaman melayani pelanggannya sejak tahun 2002 dalam dunia digital – domain dan hosting. Hingga saat ini, 130ribu domain telah terdaftar di sana. Angka yang tidak sedikit di bawah management perusahaan digital yang berpusat di Jalan Lempongsari, Sleman Yogyakarta ini.

Selain itu. Rumahweb sudah mengantongi ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) Accredited Registrar. Yang artinya perangkat digital yang kita beli di sana terlabel standart dan aman.

Nah. Bagaimana dengan bisnis atau usaha anda. Siapkah untuk go online ...

Salam

Terima kasih telah menuntaskan membaca tulisan ini. Semoga menginspirasi. Saya undur diri.



kak Rasyid

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Menyibak Peran Website dan Marketplace dalam Bisnis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel