Dongeng Gajah yang Baik Hati Lengkap Dengan Kesimpulan dan Tokoh

Tolongtangtugas – Mau baca Dongeng Gajah yang Baik Hati, juga Lengkap Dengan Kesimpulan dan Tokohnya, baca saja dongeng kak Rasyid di sini. Malam ini kak Rasyid akan membuat cerita dongeng baru untuk kalian.

Sebuah dongeng yang mengajarkan kita bersama untuk  senantiasa berlaku baik. Gajah yang gembul dalam cerita nanti akan menjadi tokoh utamanya. Disamping itu, ada tokoh lain yang akan menghiasi ceritanya, sehingga kisah hewan dengan belalainya yang besar ini menjadi semakin menarik.

Dongeng Gajah yang Baik Hati
Dongeng Gajah yang Baik Hati

Simak kisah lengkapnya di bawah ini :

Gajah Gembul Berhati Mulia

Nono adalah gajah muda yang gembul. Usianya sekitar 7 tahun. Di usianya sekarang, tinggi Nono sudah satu setengah meter lebih dengan belalai yang mejuntai di depan. Kaki-kakinya kuat saat menapak permukaan tanah.

Dengan kondisi tubuhnya yang besar, ia nampak seperti hewan raksasa diantara kawanan hewan di Padang Rumput Nirwana. Di Padang rumput itu, ada banyak sekali hewan-hewan seusia Nono. Ada Balqis si rusa, Bono si kancil, Bimbim si harimau dan masih banyak lagi.

Suatu hari, Nono, Bono dan Bimbim berencana melakukan perjalanan. Mereka akan pergi ke Danau Satuari. Lokasinya tak jauh dari tempat tinggal mereka bertiga. Sekitar 2 Kilometer jauhnya jika ketiganya berjalan.

Hari pun telah ditentukan. Minggu pagi jam 06.00 mereka akan berangkat ke Danau Satuari. Danau itu memang dipilih sebagai tempat berlibur anak-anak hewan tiap hari Minggu. Tempatnya sejuk, airnya jernih serta menyegarkan.

Di tempat itu, Nono, Bono dan Bimbim bisa duduk-duduk atau mandi di dalam air. Pepohonan yang mengitari danaunya memberikan keteduhan bagi hewan yang bermain. Yang menarik adalah pemandangan di danau Satuari membuat para binatang betah berlama-lama disana. Itulah alasan kenapa ketiganya memilih pergi kesana.

Jam 06.00 pagi mereka berangkat. Jalan-jalan setapak dilewati dengan gembira. Ketiganya pun tiba di sebuah persawahan dan berjumpa dengan pak Tani.

Nono : “Pak Tani, kenapa mukanya sedih?”  Tanya Nono
Pak Tani: “Bapak ingin memindahkan rumput dalam karung ini ke atas sepeda. Tapi bapak tidak kuat mengangkatnya!” Jawan pak Tani
Nono : “Mari, Nono bantu mengangkatnya, pak.” Balas Nono

Melihat pak Tani yang tampak murung. Nono membantunya mengangkat karung pak Tani itu. Dia membantu si bapak mengangkat rumput ke atas sepeda milik pak Tani. Alhasil, petani tadi bisa membawanya pulang sebagai pakan sapi di rumahnya.

Perjalanan pun kembali dilanjutkan. Kali ini Nono, Bono dan Bimbim menjumpai pohon yang tumbang. Pohon itu menghalangi mereka melewati jembatan penghubung menuju ke danau Satuari.

Banyak hewan yang sulit melewati pohon yang tumbang tadi. Bono dan Bimbim kemudian meminta Nono membantu para binatang, agar mereka bisa melewati jembatan seperti biasa.

Bono : “Nono, kamu bisa membantu memindahkan pohon tumbang ini, kan?” Tanya Bono
Bimbim : “Iya, Nono. Kasihan mereka tidak bisa jalan.”

Melihat kejadian itu, Nono pun tidak tega. Dia memindahkan pohon yang tumbang ke pinggir jalan agar jembatan bisa dilalui dengan normal.

Dengan tubuhnya yang besar dan kekuatan otot belalainya, Nono dengan mudah dapat memindahkan batang pohon yang tumbang. Para hewan dan pejalan kaki yang lain pun tertolong berkat kebaikan si gajah.

Setelah melewati jembatan itu, tiga hewan yang bersahabat tadi hampir sampai ke danau Satuari. Tinggal 200 meter lagi mereka akan sampai pada lokasi. Namun, tiba-tiba kejadian tak terduga dialami Bono si kancil.

Kakinya tak sengaja terperosok dalam lubang. Bono merintih kesakitan. Kaki kancil itu terkilir sehingga kesakitan saat melanjutkan perjalanan. Akhirnya, ketiganya memutuskan beristirahat sebentar.

Dengan telaten kedua sahabat Bono, Nono dan Bimbim, mengobati kakinya. Bimbing meminta Bono meluruskan kakinya sembari memijat kaki yang terkilir. Tak beberapa lama kemudian, sakit di kaki Bono membaik.

Kondisi Bono yang kurang baik, membuat sahabatnya iba. Nono pun akhirnya memutuskan untuk membantu temannya itu. Dia menaikkan Bono ke punggungnya dan melanjutkan perjalanan ke danau Satuari.

10 menit setelah Bono dipanggul Nono, mereka pun tiba di danau Satuari. Ketiganya melepas lelah dengan senanganya. Lelahnya perjalanan dan beberapa kejadaian di perjalanan tadi terbalas dengan pemandangan di sana. Rindangnya pohon-pohon membuat suasana sedih dan sakit yang dialami Bono makin berkurang.

Bono beruntung memiliki teman seperti Nono yang baik hati. Dia tidak segan memberi pertolongan pada siapa saja, termasuk dirinya. Jika tidak ada Nono, mungkin perjalanan mereka tidak akan sampai ke danau. Karena tidak ada yang bisa memanggul tubuh Bono hingga ke danau.

Bimbim pun juga berpikir begitu terhadap Nono si gajah yang baik itu. Dia adalah sahabat yang patut untuk ditiru. Mulai dari pak Tani, pohon yang tumbang hingga kejadian kaki Bono yang terkilir, Nono selalu memberikan pertolongannya.

Pesan Moral : Jadilah manusia yang penolong, memberi manfaat bagi sesama.

*Tamat*

Kesimpulan Cerita Gajah yang Baik Hati

Dari cerita di atas, kesimpulan yang bisa diambil adalah watak tokoh Nono yang baik hati memberikan inspirasi bagi teman-temannya. Di usianya yang masih 7 tahun, Nono sudah memiliki karakter penolong yang kuat. Hal itu dibuktikan dengan ringannya ia memberikan pertolongan pada yang membutuhkan.

Selain itu, Kedua sahabat si gajah, Bono dan Bimbim juga memiliki karakter yang sama dengan Nono. Mereka berdua mempunyai jiwa empati saat melihat makhluk lain membutuhkan pertolongan.

Tokoh Dalam Cerita Gajah yang Baik Hati

Seperti yang kita baca pada kesimpulan tadi, bahwa tokoh dalam cerita gajah yang baik hati ini adalah :

  1. Nono : Gajah yang baik hati
  2. Bono : Sahabat si gajah
  3. Bimbim : Sahabat si gajah

Juga ada tokoh lain dalam alur ceritanya seperti; Pak Tani dan  Balqis.

Demikianlah Cerita Gajah yang Baik Hati karya kak Rasyid kali ini. Semoga dapat memberikan manfaat yang baik bagi pembaca disana serta menghibur pecinta dongeng di Nusantara.

Terakhir, jangan lupa membaca dongeng kak Rasyid yang lain seperti Dongeng Ikan, Gajah dan Semut serta Dongeng Katak yang sudah kak Rasyid tulis sebelumnya. Selamat membaca.

Salam hangat

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Dongeng Gajah yang Baik Hati Lengkap Dengan Kesimpulan dan Tokoh"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel